KEMERDEKAAN KRISTEN
Khotbah : Minggu, 16 Agustus 2009 (Oleh Bpk. Pdm. Adi Sugianto Empi)
KEMERDEKAAN KRISTEN
Roma 8:36
Jadi apabila Anak itu (Yesus Kristus Tuhan) memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka
Kemerdekaan adalah kebebasan dari penjajah, kemerdekaan bangsa Indonesia dengan jalan berjuang merebut (melepaskan diri) dari tekanan / penguasaan dari bangsa lain. Tujuannya adalah agar bangsa ini bisa mendapatkan kebebasan berpendapat, berserikat, berkumpul dan menentukan nasib dan masa depannya.
Namun berbeda dengan kemerdekaan didalam Kekristenan. Didalam iman Kristen, kemerdekaan diperoleh karena Kristus yang memerdekakan (anugrah di kalvari lewat korban Kristus).
Kata merdeka yang disebut dengan benar-benar merdeka itu seperti apa? (baca: Roma 8:12), artinya masuk dalam kemulian (kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah).
Mengalami pemulihan di segala aspek kehidupan
Mencapai tingkat kemuliaan yang dikehendakiNYA . kemerdekaan yang semacam ini member jaminan , artinya merdeka / bebas dari :
1. RASA TAKUT takut akan kematian (Ibrani 2:15, Roma 8:21a)
2. BEBAS DARI DOSA Roma 6:7,18)
Bicara kematian, mati adalah menjadi bagian kita (mati terhadap dosa dengan segala kuasanya). Bagian KRISTUS adalah menghidupkan, supaya kita beroleh hidup, ini yang disebut PENYANGKALAN DIRI.
Maka urutan yang benar adalah sbb :
Menyangkal Diri Pikul Salib Ikut Yesus, ini adalah pola yang benar dan Alkitabiah maka kalau pola ini dipakai, hidup Kristen tidak akan : lemah, putus asa, bersungut-sungut, kecewa, menolak Tuhan dsb (Markus 8:34).
Namun yang sering terjadi justru pola seperti ini yang kita pakai :
Ikut Yesus Pikul Salib Menyangkal Diri, ini salah berat karena kita tidak akan sanggup ikut Yesus, apalagi pikul salib karena menyangkal diri adalah ciri dari kemerdekaan Kristen.
Kita perlu tahu beda salib dengan penyangkalan diri
Salib : dibuat oleh orang lain untuk dikenakan kepada kita (contoh: Yesus Kristus disalib)
Contoh pada kita: Fitnahan,gossip, dikucilkan dll.
Penyangkalan Diri : Sesuatu yang dimunculkan dari dalam diri kita sendiri sebagai bentuk penolakan terhadap ajakan untuk berbuat dosa, dengan kata TIDAK bicara hal kemauan, keinginan yang berjuang melawan jiwa.
Maka penting sekali sebelum kita masuk dalam kemerdekaan Kristen ( Kemulian anak-anak Allah) pastikan bahwa kita sudah dibebaskan dari perhambaan dosa. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup melakukannya (Yesaya 1:18) :
1. Dosa yang merah bak kirmizi - jadi putih seperti salju
2. Dosa yang merah bak kesumba jadi putih seperti bulu domba
Salju bicara putih karena anugrah yang datang dari Tuhan, tapi seperti bulu domba adalah putih yang dikerjakan lewat penggembalaan.
Tugas penting setelah kita di merdekakan dan benar-benar merdeka, kita harus tetap menjadi hamba (hamba kebenaraan) dan di panggil untuk melayani (1 Korintus 9:19).
*** TUHAN YESUS MEMBERKATI ***
Khotbah : Minggu, 22 Maret 2009 (Oleh Bpk. Rusdi Supandi)